Bersama Pak Nana

Posted: Agustus 8, 2009 in Kenangan

Tulisan ini aku dedikasikan kepada Pak Nana, seorang lelaki paruh baya yang bekerja penuh dengan semangat dan keikhlasan hati untuk mengantar aku dan kawan – kawanku menuju tempat kerja praktek selama berada di kawasan Puspipptek Serpong – Tangerang.

Tidak ada maksud apapun dalam menuliskan di blog ini, aku hanya mengisi sekedar isi hati dan sebagai kenang – kenangan selama berada di Tangerang, dan berharap suatu saat aku bisa kembali lagi ke sana sekedar mengingat masa lalu ataupun bekerja di LIPI.

Photo-0042

Yang menjadi supir itu adalah Pak Nana, panggilan yang kami kenal.Pak Nana, awal mula kami bertemu terasa canggung, maklum baru pertama kali. Kami dikenalkan oleh salah seoarang alumni ITS, Pak Nana friendly banget, langsung menyapa kami ketika kami akan berangkat ke tempat kerja praktek. Hari demi hari kami selalu bersama Pak Nana baik berangkat maupun pulang dari kerja praktek. Hingga kami menjadi akrab dengan Pak Nana.

Pak Nana sering sekali bercerita kepada kami mengenai masa lalu beliau. Cerita yang membuat kami takjub, ternyata Pak Nana bukan sekedar Pak Nana yang sebagai supir angkutan ke tempat kerja praktek, tapi ternyata banyak banget hal yang pernah dikerjakana oleh Pak Nana. Hebat !. ketika diceritakan kami Cuma bisa mendengar dan tidak dapat berkata apa – apa. Cerita Pak Nana membuat kami sangat bersemangat, ada satu pesan yang aku ingat dari Pak Nana, bekerja dengan ikhlas dan kejujuran dan jangan punya ambisi buruk. Yah, itulah kata – kata Pak Nana dan aku pun melihat sisi Pak Nana yang penuh keikhlasan dan kejujuran dalam bekerja bahkan tidak ingin berambisi seperti orang kebanyakan. Dan juga jangan nikah muda itu kata Pak Nana, karena Pak Nana gagal kuliah karena nikah muda. Aku tersenyum ketika mendengar kata – kata Pak Nana tersebut.

Singkat cerita dan tulisan, akhirnya 23 hari berlalu di kota tangerang, kami pun berpisah dengan Pak Nana untuk tidak tahu berapa lama, semoga kami bisa bertemu kembali. Tapi kata – kata Pak Nana akan tetap kami ingat bersama canda tawa selama berada di mobil Pak Nana.
Terima kasih buat fera dan isa sahabat ku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s