DK PBB Keluarkan Resolusi

Posted: Januari 10, 2009 in Uncategorized
AS Memilih Abstain, Israel Tetap pada Putusan Sendiri
AP photo/JOHN MARSHALL MANTEL / Kompas Images
Menlu AS Condoleezza Rice (kiri) abstain, sementara wakil Vietnam, Le Luong Minh, mengacungkan tangan saat pemungutan suara bagi resolusi menyangkut situasi Jalur Gaza dalam sidang Dewan Keamanan PBB di Markas Besar PBB di New York, Kamis (8/1).

Sabtu, 10 Januari 2009 | 00:45 WIB

New York, Kamis – Dewan Keamanan PBB, Kamis (8/1), akhirnya berhasil mengeluarkan resolusi untuk mendorong gencatan senjata segera antara Palestina dan Israel di Jalur Gaza.

Perutusan Tetap RI pada PBB dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (9/1), menjelaskan, isi pokok resolusi tersebut adalah seruan bagi terciptanya gencatan senjata yang langgeng dan sepenuhnya dipatuhi, sesegera mungkin menuju penarikan Israel sepenuhnya dari Gaza.

Resolusi Nomor 1860 tersebut juga menyerukan dilaksanakannya penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Jalur Gaza.

Beberapa hal penting lainnya adalah menyerukan kepada seluruh anggota PBB untuk mendukung upaya internasional dalam mengatasi situasi perekonomian di Gaza; mengecam semua bentuk kekerasan terhadap warga sipil dan terorisme; menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk meningkatkan upaya dalam memberikan pengaturan dan jaminan di Gaza bagi adanya gencatan senjata yang langgeng; mendorong dialog antar-Palestina; dan mendorong upaya menciptakan perdamaian yang komprehensif Israel-Palestina atas dasar visi dua negara.

Resolusi No 1860 didukung 14 anggota Dewan Keamanan PBB, sedangkan AS adalah satu-satunya anggota yang memilih abstain. Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice—saat menyampaikan pertimbangan sebelum menyampaikan suara negerinya—mengatakan sepenuhnya mendukung resolusi tersebut, tetapi memilih abstain karena merasa sangat penting melihat hasil dari mediasi yang dilakukan Mesir terlebih dulu.

Pertimbangan sendiri

Atas keluarnya resolusi DK PBB itu, Jerusalem Post melaporkan, Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak, dan Menteri Luar Negeri Tzipi Livni, Jumat kemarin, melakukan pertemuan tertutup untuk menyikapi keluarnya Resolusi No 1860 yang mendesak segara dilakukannya gencatan senjata di Gaza.

Kabinet keamanan Israel akan memutuskan apakah akan mematuhi resolusi DK PBB itu atau melanjutkan fase ketiga operasi bersandi Cast Lead.

Pascakeluarnya resolusi, Israel juga tidak menyurutkan serangannya di Gaza.

Pada Jumat pagi, Tzipi Livni mengeluarkan pernyataan yang terkait dengan resolusi itu. Dalam pernyataan itu, dia menekankan bahwa Israel independen dalam menetapkan tujuan-tujuannya.

”Tindakan-tindakan Israel pada masa lalu, saat ini, dan masa datang sepenuhnya didasarkan atas pertimbangan-pertimbangannya sendiri, keamanan warga Israel, dan haknya untuk membela diri,” ujarnya.

Adapun Hamas kemarin mengatakan menolak resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza karena isi resolusi itu bukan untuk kepentingan terbaik rakyat Palestina. ”Resolusi ini tidak sesuai dengan kepentingan terbaik rakyat Palestina. Resolusi ini tidak memperhitungkan aspirasi rakyat Palestina,” kata Raafat Morra, pejabat Hamas di Beirut, Lebanon.

Di Jalur Gaza, seorang pejabat senior Hamas juga mengatakan, ke>kern 351m<lompoknya tidak merasakan dirinya terkait dengan resolusi PBB itu, yang disetujui 14 anggota dari 15 anggota DK PBB.

”Walau demikian, kami adalah aktor-aktor utama di lapangan di Jalur Gaza, kami tak diajak berkonsultasi tentang resolusi ini dan mereka tidak mempertimbangkan visi kami dan kepentingan rakyat kami,” kata pejabat penting Hamas, Ayman Taha, kepada AFP.

Juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, memberikan komentar yang sama dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi Al Jazeera yang berpusat di Qatar, Jumat.

”Kami tidak merasa pertempuran berakhir karena keluarnya resolusi itu, terutama setelah berlanjutnya agresi Israel di Gaza setelah resolusi itu dikeluarkan,” kata Abu Zuhri. (AP/AFP/Reuters/OKI/mth)

sumber : Cetak.Kompas.com

Komentar
  1. bintangcomp mengatakan:

    RESOLUSI 1860 DK PBB BERTEPUK SEBELAH TANGAN

    Aku persembahkan … hidupku untukmu, Telah kurelakan … hatiku padamu, Namun kau masih bisu … diam seribu bahasa Dan hati kecilku bicara … Baru kusadari … Resolusi 1860 DK PBB bertepuk sebelah tangan… Kau buat remuk seluruh hatiku …

    Resolusi indah 1860 Dewan keamanan PBB hanyalah manuscipst kosong belaka.

    Demikian pula nyatanya, rosolusi itu tak mampu menghentikan krisis kemanusiaan di jalur Gaza. Israel tetap saja membombardir penduduk Palestina dengan berbagai amusi. Tercatat 1,4 juta jiwa penduduk Gaza masih saja hidup dalam ketakutan dan kung-kungan keputusaan.

    PBB yang biasa melangkah gagah, sekarang hanya bisa mengegos di belakang pantat Amerika.

    Jikalau PBB masih saja membisu!!??

    Jikalau PBB teta saja beraksi dalam mimpi!!??

    Jikalau PBB masih bersembunyi dibalik tabir bayang-bayang Amerika!!??

    “Apa guna PBB??!!”

    Sebagai makhluk yang hidup dalam alam mayapada ini, tanpa rasa bimbang ataupun ragu, wajib kita berseru ; “Untuk membubarkan PBB!!”

    sumber: http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  2. randualamsyah mengatakan:

    PBB Bajingaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnn….!!!
    PBB Ndeso……….!!!
    PBB Matane……..!!!
    Duancuuuk…!!!

  3. Denaya Lesa mengatakan:

    Kayaknya kak aryo idem deh dengan papa Rohedi, haus akan perubahan..Kata beliau perubahan matematika itu bisa dimulai dari sini..

    http://enda.goblogmedia.com/quicklinks/quoted-in-reuters-about-obama.html?disqus_reply=5595453#comment-5595453

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s