ISLAM ADALAH SATU

Posted: Agustus 6, 2008 in Artikel

Islam merupakan agama yang penuh rahmat. Hampir rata – rata penduduk Indonesia mayoritas Islam. Pemimpin pun beragama Islam. Tidak pelak lagi, Islam sudah ditakdirkan untuk mengisi dunia ini. Awal mula pun semua agama adalah Islam. Jika kita berpikir dengan akal sehat kita berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, tidak ada agama Kristen, Katholik, Buddha, Hindu dan yang lainnya. Semua adalah ISLAM. Kita sendiri sebagai umat Islam tau akan perbedaan agama maupun golongan. Rata – rata penduduk Indonesia yang beragama Islam, menganut golongan – golongan, seperti : JIL, NU, Muhammadiyah, HTI, PERSIS, Syi’ah dan lain sebagainya yang belum diketahui sebelumnya. Latar belakang diriku menuliskan artikel ini, karena bosan melihat perselisihan antara golongan tersebut. Salah satu contohnya yang pernah ku alami di dunia kampus. Tapi maaf buat para pembaca, saya tidak akan menceritakan yang pernah terjadi. Cukup buat pelajaran bagi diri saya nantinya. Apa kita tidak bosan melihat perselisihan umat Islam sendiri, kita umat Islam sebenarnya ditertawai oleh umat Nasrani, mereka senang melihat kita umat Islam berselisih. Inilah satu kekurangan kita sebagai umat Islam, tidak bisa memberikan contoh teladan buat umat agama lainnya. Semestinya kita malu. Terima kasih buat SMU ku yang ku cinta, yang telah mengajarkan aku untuk berpikir. Mungkin jika aku tidak menemukan SMU tersebut, saya akan hidup di bawah doktrin – doktrin.

Untuk itu, marilah kita umat Islam menyatukan visi dan misi, hilangkan perbedaan, kita cari yang sama, jangan terus – menerus melihat perbedaan, kenapa kita tidak melihat persamaan yang bisa kita bangun untuk mengembalikan citra Islam yang mungkin sudah jelek di mata masyarakat. Kenapa tidak ??? Bayangkan AMROZI CS yang dinobatkan sebagai teroris memiliki background muslim, yang menggemparkan bangsa Indonesia dan juga bangsa luar mengenai bom bali. Inilah salah satu perusuh dan penghancur image Islam di mata dunia. Bukan begitu cara Islam menghakimi orang lain, di Indonesia berbeda dengan di Palestina. Ya! Marilah kita berpikir.

Sedih melihat umat Islam di Indonesia yang berselisih, mari kita menghilangkan image bergolong – golongan. Jujur, saya pernah di sekolah yang kata orang berlatar belakang Syi’ah tapi saya tidak menganggap syi’ah sesat, kata siapa Syi’ah sesat ? saya pernah membaca spanduk di salah satu kampus, dimana spanduk tersebut menuliskan bahwa Syi’ah sesat. Berpikirlah !!! 3 tahun saya berada di lingkungan yang kata orang syi’ah tapi saya enjoy saja, malah sekolah tersebut mengajarkan aku berpikir, dan tidak mendoktrin. Mari kita semua berpikir dan jangan lupa berpikir atas landasan Al – Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW.

Semoga Islam bisa kembali Jaya. Amin

Komentar
  1. ressay mengatakan:

    Islam itu satu, tetapi penafsiran orang akan Islam itulah yang banyak jumlahnya.

    Terjadinya perbedaan penafsiran itu meniscayakan kita untuk mengelompok. Pada dasarnya manusia senang mengelompok dengan orang-orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya.

    Maka muncullah berbagai macam kelompok Islam.

    Apakah ini salah? saya pikir ini tidak salah. Karena ini adalah fitrah manusia untuk mengelompok. Dan perbedaan itu pun sebetulnya sunnatullah.

    Lalu apa yang salah?

    yang salah adalah ketika masing-masing kelompok merasa kelompok merekalah paling benar, kelompok merekalah paling shaleh, kelompok merekalah paling berhak atas surga Tuhan.

    Jika kelompok atau diri kita selalu merasa paling benar merasa paling shaleh, maka ketahuilah, kita sudah menjadi iblis yang berprinsip “Ana khairu minhu. Aku lebih baik dari dia”.

  2. cahwetan mengatakan:

    setuju banget bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s